24 Jan

Mengulik Fenomena Larangan Memakai Baju Hijau di Wilayah Kekuasaan Nyi Roro Kidul

larangan memakai baju hijau di pantai selatan

Melihat kultur sejarah masyarakat nusantara, tidak bisa lepas dari hal mistis yang masih dipercaya.

Kepercayaan akan suatu hal dapat terjadi apabila melakukan ini, itu dan sebagainya, masih melekat di benak masyarakat khususnya didaerah yang masih kental dengan budaya lokal.

Salah satu kepercayaan mengenai mitos yang masih sangat lekat dibenak masyarakat Indonesia adalah larangan memakai baju warna hijau ketika berkunjung di Pantai Parangtritis.

Apakah larangan ini jika dilanggar dapat membuat seseorang celaka? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Parangtritis merupakan salah satu daerah kekuasaan ratu Nyi Roro Kidul. Sosok ini adalah makhluk ghaib yang identik dengan busana berwarna hijau dengan selendang emas.

Orang yang sedang berkunjung ke pantai selatan khususnya parangtritis dilarang memakai baju berwarna hijau.

Bagi orang yang percaya larangan ini, menganggap bahwa Nyi Roro Kidul menyukai warna hijau.

Hal ini lah yang menjadi penyebab bahwa barangsiapa yang memakai baju warna hijau akan dijadikan budak oleh Nyi Roro Kidul, terlebih lagi pria memakai baju warna hijau.

Saking dipercayanya, sebuah tempat di Yogyakarta terdapat bangunan yang dipercaya sebagai tempat persinggahan Nyi Roro Kidul.

Tempat ini terlihat sangat kental dengan cerita mistis, ditambah dengan lukisan Nyi Roro Kidul yang nyentrik terpampang pada sebuah dinding ruangan.

Apa yang Terjadi Jika Nekat Pakai Baju Hijau?

Ketika orang nekat memakai baju berwarna hijau, dia akan mendapat perhatian “khusus” dari Nyi Roro Kidul. Konon, dia akan diincar untuk dijadikan budaknya.

Selain itu, menurut beberapa cerita yang berkembang, orang yang memakai baju hijau akan mendapat hari yang sial disana.

Ada juga yang bercerita apabila nekat memakai baju hijau, dia akan terasa diseret ombak yang sangat besar.

Jika tidak bisa menahan seretan ombak, orang tersebut bisa terjebak dalam ombak sehingga ditelan hingga ke tengah laut.

Tapi, kalau kita pikir secara logis, ombak di parangtritis memang besar dan kuat.

Baju apapun, kalau tidak berhati-hati ya bisa ditelan ombak.

Kalau kita mengesampingkan kepercayaan yang berkembang, ada hal menarik di balik fenomena ini.

Bahwa larangan ini ada benarnya. Sebaiknya Anda tidak mengenakan baju berwarna hijau, sebab baju ini menyulitkan tim penyelamat ketika akan melakukan evakuasi kalau seseorang terseret ombak.

Kalau dilihat secara kasat mata, air di pantai parangtritis terlihat hijau dan ini menyerupai dengan warna baju hijau kebanyakan.

Tentu hal ini akan menyulitkan orang lain melakukan pencarian di tengah laut yang sangat luas bukan?

Jadi, ada baiknya pakai baju berwarna lebih ngejreng seperti orange atau kuning.

Jadi, kesimpulan mengenai larangan memakai baju berwarna hijau ini lebih baik kita ambil sisi positifnya.

Baju warna hijau dilarang karena memang menyerupai warna laut apabila dilihat dari kejauhan.

Menurut juru kunci pantai selatan, tidak ada kaitannya Nyi Roro Kidul dengan menghilangnya berbagai kasus hilangnya pengunjung di pantai selatan.

Semua kejadian harus kita sadari bahwa itu adalah takdir yang tak bisa kita cegah.

Namun, alangkah lebih baiknya kita tetap menghargai kepercayaan dan adat penduduk setempat. 

Telp. SMS / WhatsApp : KLIK DISINI !